
SIKOPONG: Pemanfaatan Komoditas Lokal Bernilai Jual
SIKOPONG: Pemanfaatan Komoditas Lokal Bernilai Jual
Sebagai salah satu komoditas utama, pisang merupakan buah yang sering dijumpai di Dusun Tompak. Ketersediaannya yang melimpah memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengolah buah ini menjadi produk-produk bernilai tambah yang dapat dikembangkan menjadi ide UMKM. Melihat potensi tersebut, tim KKN Kicauan Menoreh melaksanakan sosialisasi pembuatan “SIKOPONG” atau kreasi pisang kopong bersama ibu-ibu PKK sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Dusun Tompak
Olahan pisang kopong dipilih karena cenderung disukai oleh konsumen, proses pembuatannya sederhana, dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Cukup dengan campuran beberapa jenis tepung, garam, gula, margarin, vanili, dan soda kue, masyarakat dapat membuat olahan pisang unik yang belum banyak ditemui di sekitar Dusun Tompak. Keunikan produk ini rupanya menarik minat ibu-ibu PKK yang mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias pada tanggal 8 Juli 2026.

Berbekal booklet instruksi dan pendampingan langsung dari anggota tim Kicauan Menoreh, ibu-ibu PKK mulai mempraktikkan pembuatan pisang kopong. Mereka mencampur adonan tepung dengan semangat dan melumurinya ke pootngan-potongan pisang sambil berbincang-bincang dengan tim KKN. Vla coklat yang dibuat sambil menunggu giliran menggoreng juga ditambahkan ke dalam pisang kopong sebagai isian untuk menambah kelezatannya.
Setelah pisang kopong digoreng dan diisi, ibu-ibu PKK menunjukkan hasil kreasi mereka dengan antusias. Setiap kelompok memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu kelompok menambahkan vla di atas pisang kopong agar rasa coklatnya lebih terasa. Kelompok lainnya memastikan pisang kopong terisi penuh sehingga isian coklat akan meleleh saat digigit.

Sosialisasi pembuatan pisang kopong diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat di Dusun Tompak sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan komoditas lokal. Olahan tersebut juga masih dapat dikreasikan kembali dan dikembangkan menjadi ide usaha UMKM. Dengan begitu, pisang yang selama ini mudah dijumpai di sekitar masyarakat dapat membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan.